Fraksi Pilkada gelar diskusi publik bahas pemilihan etis dan humanis

Ketua panitia, Mirza Fanzikri dalam sambutannya pada diskusi publik bertemakan Menuju Pilkada 2017 bersih, jujur dan santun di 3in1 coffee, Banda Aceh, Sabtu (26/3). (Kanal Aceh/Aidil Saputra)

 

Ketua panitia, Mirza Fanzikri dalam sambutannya pada diskusi publik bertemakan Menuju Pilkada 2017 bersih, jujur dan santun di 3in1 coffee, Banda Aceh, Sabtu (26/3). (Kanal Aceh/Aidil Saputra)
Ketua panitia, Mirza Fanzikri dalam sambutannya pada diskusi publik bertemakan Menuju Pilkada 2017 bersih, jujur dan santun di 3in1 coffee, Banda Aceh, Sabtu (26/3). (Kanal Aceh/Aidil Saputra)

Banda Aceh Election News –  Forum Aksi Bersih Pilkada Aceh (Fraksi Pilkada) menggelar diskusi publik tentang upaya akademisi dalam mewujudkan Pilkada Aceh yang etis dan humanis di 3in1 coffee, Sabtu (26/3) sore.

Acara yang bertemakan Menuju Pilkada 2017 Bersih, Jujur, dan Santun itu menghadirkan stakeholder komisioner seperti beberapa tokoh OKP, Ormas, aktivis sosial, aktivis politik, akademisi dan kalangan profesional, komisioner KIP Aceh, mantan komisioner KIP Aceh, komunitas disabel, serta tamu undangan lainnya.

Ketua panitia, Mirza Fanzikri mengatakan acara itu dilaksanakan untuk menginisiasi dalam merawat semangat agar selalu melakukan diskusi dan dialog untuk memecahkan suatu masalah.

“Ada kekhawatiran yang mendasar ketika pelaksanaan Pilkada yang jauh dari demokratis dan islami,” kata Mirza dalam sambutannya.

Mirza berharap dengan adanya forum ini dapat melahirkan strategi dan upaya untuk mewujudkan Pilkada yg bersih jujur dan santun.

“Kita berkeinginan untuk memberikan edukasi politik bagi masyarakat agar mayoritas masyarakat Aceh sadar dan tergugah hatinya untuk bersatu mengawal Pilkada berjalan bersih, jujur, dan santun,” sebut Mirza.

Diskusi ini menghadirkan dua pembicara yang sama-sama dari lembaga penelitian Aceh Institute (AI), yaitu peneliti senior AI, Fuad Mardhatillah dan analis politik AI serta dosen FISIP UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Fajran Zain.

Moderator diskusi, Fakhrul Radhi mengatakan diskusi ini untuk mencari solusi dari semua-semua masalah pada Pilkada yang lalu.

“Pilkada lalu banyak kasus yang mencederai demokrasi dan nilai Islam di Aceh, seperti bentrokan, kekerasan bahkan pembunuhan. Hal ini tak boleh terjadi lagi pada Pilkada 2017 mendatang,” ujarnya. [Aidil Saputra] – Sumber : http://www.kanalaceh.com/-