Komisioner KIP Kota Banda Aceh (2018-2023)

INDRA MILWADY, S.Sos.
(Ketua KIP Kota Banda Aceh)
Divisi Keuangan, Umum, Logistik, dan
Rumah Tangga.

Indra Milwady, S.Sos, putra berdarah Aceh kelahiran 7 Agustus 1973 ini menghabiskan masa kecil hingga menamatkan pendidikan tinggi di kota kelahirannya, Medan. Pria yang gemar membaca dan berdiskusi ini tercatat sebagai alumni Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1999. Sebagai aktivis organisasi, pernah menjabat Wasekum di Badko HMI Sumatera Utara tahun 1996-1999 hingga PLT Ketua PD I GM FKPPI Aceh 2013 -2015. Indra juga pernah tercatat menjadi salah satu ketua LSM yang ikut didirikannya yaitu Forum Rakyat Aceh untuk Reformasi (FORMASI).
Sebelum terpilih dan beraktivitas sebagai Komisioner KIP Kota Banda Aceh periode 2013-2018, kegiatan profesional putra keturunan Samalanga ini banyak berkecimpung di bidang komunikasi/pelatihan, pengelolaan logistik, dan pengadaan barang/jasa di beberapa lembaga kemanusiaan Internasional.
Ayah dua putra ini pernah beraktivitas di Indonesia Australia Forest Carbon Partnership sebagai logistics manager yang didanai AusAID (2013), dan logistics coordinator di Caritas Czech Republic (CCR) Indonesia (2011-2012), UMCOR Indonesia (2008-2011), Medair Indonesia (2007-2008), dan Oxfam Meulaboh (2005-2006). Setelah terpilih kembali sebagai Komisioner, Indra Milwady dipercaya memimpin lembaga sebagai Ketua KIP Kota Banda Aceh periode 2018-2023.

YUSHADI, S.Ag.
(Komisioner KIP Kota Banda Aceh)
Divisi Perencanaan, Data dan Informasi.

YUSHADI, S.Ag, Lahir di Sanggeue, 05 Juli 1970. Ia menyelesaikan masa studi pendidikan dasar hingga menengah di kota Sigli. Gelar Sarjana Agama ia peroleh dari studi S-1 Jurusan Syariah Peradilan Islam (SPI) IAIN Ar-Raniry yang kini berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh.
Pria yang selalu berpenampilan rapi ini sejak muda aktif bergelut di organisasi kepemudaan Karang Taruna hingga tahun 2016. Aktif berkarir juga tak menghalangi ia dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Pria yang kini berdomisili di Lampaseh Aceh ini juga sering menjadi penyelenggara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di lingkungannya.
Karir Yushadi di bidang Pemilu juga cukup cemerlang. Pada tahun 2017, ia dipercaya menjadi Panwaslih Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh sebagai ketua Divisi Pencegahan. dan dalam dunia Kepemiluan, Yushadi kini diberi amanah menjabat sebagai Komisioner KIP Kota Banda Aceh periode 2018-2023 yang membidangi Divisi Perencanaan, Data dan Informasi.
Karir dan pengalaman yang telah ia capai hingga saat ini tidak pernah di dapat dengan instan. Ia selalu berpegang teguh pada prinsip untuk terus belajar pada hal-hal baru. Selaras dengan motto hidup yang diyakini yaitu, jadikan Ikhlas sebagai landasan dalam bekerja, karena keikhlasan akan selalu membawa kenikmatan dalam bekerja.

YUSRI, S.Pd.I.
(Komisioner KIP Kota Banda Aceh)
Divisi Sosialisasi, Pendidikan
Pemilih, Partisipasi Masyarakat
dan Sumber Daya Manusia.

YUSRI, S.Pd.I, lahir di Meureudu, pada 29 April 1987. Masa remaja pria smart ini ia habiskan di kota kelahirannya yang sederhana, Meureudu Pidie Jaya. Pendidikan dasar hingga menengah pertama ia selesaikan dengan sempurna disana, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pondok Pesantren Darussa’adah Pusat Teupin Raya Pidie, Aceh.

Berada di pondok pesantren selama tiga tahun, telah menempa pria yang biasanya disapa Yusri Razali ini menjadi seorang yang memiliki karakter kuat dalam memimpin di berbagai organisasi.

Pada periode 2009-2010 ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh. Kemudian pada periode 2010-2012 ia dipercayakan menjadi Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh. Tidak hanya itu, pada periode 2013-2016 dirinya didaulat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Pengkajian Strategis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh.

Bagi alumnus Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry ini, aktif di berbagai organisasi seperti nafas yang tidak bisa ia tinggalkan. Ia telah menjalani berbagai proses tekanan dan pengalaman dalam kepemimpinan dari organisasi yang tidak ia dapatkan secara instan.

Pengalamanya aktif di berbagai organisasi pelajar, mahasiswa dan kepemudaan itu pulalah yang telah mengantarkanya terpilih sebagai Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh Periode 2018-2023. Jauh sebelum itu, pemuda yang mudah bergaul ini juga pernah menjadi Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kuta Raja Kota Banda Aceh pada Pilkada Tahun 2012 silam.

Semenjak terpilih sebagai Komisioner KIP Kota Banda Aceh, dirinya didaulat sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM. Berkat berbagai terobosan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dilakukannya sehingga pada Pemilu 2019 di Kota Banda Aceh terjadi peningkatan Partisipasi Pemilih mencapai 78,63 persen. Angka persentase tersebut melebihi target secara nasional yaitu 77,5 persen.

Pasca pemilu 2019, Komisioner muda ini juga aktif melakukan edukasi tentang demokrasi maupun Pemilu kepada pemilih melalui berbagai media sosial tertutama melalui Channel Youtube YSR OFFICIAL yang dikelolanya sendiri. Harapannya dari edukasi yang dilakukan ini untuk terwujudnya pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Drs. H. MUHAMMAD AH, M.Kom.I.
(Komisioner KIP Kota Banda Aceh)
Divisi Hukum dan Pengawasan

Tempat/Tgl Lahir : Bantayan, 4 Januari 1964
Pengalamam Kepemiliun :

  1. Ketua KPU Kota Lhokseumawe 2003-2008;
  2. Ketua Panwaslu Legislatif & Pemilihan
    Presiden/Wkl Presiden Kota Lhokseumawe 2008 – 2009;
  3. Anggota Panwaslu Pilkada Kota Lhokseumawe 2011-2012;
  4. Ketua Panwaslu Pilkada Kota Lhokseumawe 2016-2017;
  5. Anggota KIP Kota Banda Aceh 2018-sekarang.

Muhammad Abdoel Hamid yang sering disapa banyak orang “Muhammad AH” – segala sesuatu sudah tertulis di Lauh Mahfudz. “Wahai Rabb-ku, apa yang harus aku tulis?” Allah SWT berfirman: “Tulislah segala sesuatu yang terjadi”.
Ketika saya terpilih salah satu sebagai seorang dari lima Komisoner KIP Kota Banda Aceh, sungguh tidak pernah terpikir sedikit pun bahwa saya tercatat sebagai Anggota KIP Kota Banda Aceh Periode 2018-2023. Pasalnya saya tidak mengenal satu orang pun di DPRK setempat, mungkin inilah yang sering disebut banyak orang “sudah tertulis di Lauh Mahfudz”.
Saya putra berdarah Aceh Besar (Tungkop Darussalam) kelahiran Gampong Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur, lahir tanggal 04 Januari 1964, memiliki seorang isteri dan tiga (3) anak, hasil perkawaninan dengan Hj. Fadliah Balfaqih Bustamam, SH (kelahiran Medan Sumatera Utara), 27 tahun silam.
Sementara, sebelum terpilih sebagai Anggota KIP Kota Banda Aceh, pernah menjadi sebagai Penyelenggara Pemilu, yaitu sebagai salah seorang Komisioner KPU Kota Lhokseumawe Periode 2003-2008 dan selanjutnya tercatat sebagai Penyelenggara Pemilu Bidang Pengawasan, Panwaslu Tahun 2009 Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden, Tahun 2012 Pilkada, dan Tahun 2017 Pilkada, seperti tersebut di atas. Tentu ini semua terjadi pada awalnya setelah mengundurkan diri sebagai wartawan pada harian Serambi Indonesia terbitan Banda Aceh pada tahun 2003
Berbicara sebagai Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), memang dituntut berintegritas tinggi seperti diamanat dalam UU Penyelenggaraan Pemilu. Selain itu, kita juga berus bersikap dan memperlakukan peserta Pemilu secara adil dan setara.
Pendidikan, saya sebagai pria yang ingin selalu berusaha dan senang bekerja keras, sempat mengecap pendidikan di tanah kelahiran, tingkat dasar dam lanjutan pertama. Sementara SMAN di Idi, S1 di Banda Aceh dan S2 di IAIN Lhokseumawe.
Muhammad AH mendapatkan gelar Master tahun 2015 pada usia 51 tahun, juga berpengalaman berorganisasi, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotamadya Banda Aceh (1985-1988) dan tiga (4) periode KNPI Provinsi Aceh, perode 1988-2000, juga berpengalamam sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) lainnya di Provinsi Aceh, antara lain, GM Kosgoro, Pemuda Panca Marga dan KBPPP.

HASBULLAH YUNUR, S.Pd., M.Pd.
(Komisioner KIP Kota Banda Aceh)
Divisi Teknis Penyelenggaraan

Hasbullah lahir pada tanggal 27 Desember 1986 di Beurunuen, Kabupaten Pidie, tepatnya di sebuah desa Dayah Usi yaitu sebuah gampong tempat tinggalnya seorang Ulama Besar Kharismatik Aceh yang juga Gubernur Militer Aceh di zaman awal-awal kemerdekan RI, Abu Daud Beureu’eh.
Putra ketiga dari pasangan Yunusi dan Almh. Nursiah ini berasal dari keluarga kurang mampu. Tahun 2005, setelah Aceh dilanda konflik dan tsunami, pria ini membulatkan tekad untuk mengadu nasib ke Banda Aceh dengan melanjutkan pendidikan Fisika FKIP Unsyiah. Bagi Hasbullah tidak perlu pikir panjang, yang penting dalam hidupnya adalah selalu mengingat tiga kutipan Kalam Allah SWT yang artinya “Pertama; Allah akan menolong orang-orang yang menuntut ilmu, Kedua; dalam kesulitan akan ada kemudahan, dan Ketiga, Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya”. Tiga kutipan Kalam Allah SWT tersebut membuat pria ini mampu menyelesaikan studinya dengan berbagai keterbatasan.
Sambil menyelesaikan studi S1, pria dari sepuluh bersaudara ini memanfaatkan waktunya sebagai guru privat dan bekerja di bidang pemasaran concret block di PT. Mutia Gemilang Industri dan CV. Jaya Beton. Alhamdulillah di tahun 2011 dirinya berhasil memperoleh gelar sarjana. Baginya, kuliah bukan soal timing harus selesai tepat waktu, dirinya lebih berpikir pada produktivitas dan karya yang bisa dilakukan. Produktivitas menjadi ukuran baginya, semua punya target, hidup juga punya target dan target tersebut harus terukur dan terencana dengan baik.
Pria yang dikenal dengan pekerja keras, mandiri dan tidak pernah mengeluh ini kemudian berhasil menyelesaikan pendidikan Master Pendidikan IPA bidang ilmu Fisika tahun 2018. Berbagai pekerjaan telah dilaluinya, diantaranya guru privat dari rumah kerumah, guru di tingkat SLTP, SLTA, hingga asisten dosen di FKIP Unsyiah dan dosen mata kuliah fisika dasar di FKIP Matematika Universitas Iskandar Muda.
Dalam karir berorganisasi, Hasbullah pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Unsyiah (2006-2011), Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (Fokusgampi) Banda Aceh (2012-2014), Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh (2013-2018), dan turut aktif di berbagai kepengurusan OKP Nasional di tingkat Provinsi.
Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, berkat karir organisasi dan dukungan sahabat semua, Hasbullah dipercayakan oleh Komisi A DPRK Banda Aceh untuk menduduki posisi Komisioner di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh untuk periode 2018-2023. Bagi saya ini suatu amanah terbesar yang diemban dalam menyelenggarakan dan menyukseskan pesta demokrasi serta menghadirkan pemilu yang berintegritas bagi masyarakat Kota Banda Aceh.